"Hasil pemantauan dari lokasi kejadian, ditemukan jejak pengereman panjang dari roda bagian kanan pesawat. Jejak tersebut sedianya akan dijadikan sebagai salah satu petunjuk untuk mengetahui mengapa pesawat bisa mengalami overrun dengan posisi berbalik arah 360 derajat," demikian disampaikan Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri S Sunoko dalam rilisnya, Jumat (2/11/2012).
Posisi terakhir pesawat berada di atas tanah di sebelah kiri landasan pacu dengan roda depan dan kanan menancap pada tanah, serta roda kiri masih berada di atas aspal landasan pacu.
"Hingga saat ini, penyelidikan masih dilakukan oleh investigator dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengetahui penyebab pasti insiden ini. Untuk mempercepat evakuasi, saya telah mengutus petugas AP II dari kantor pusat maupun Bandara Soekarno-Hatta ke Pontianak dengan membawa peralatan,"jelas Tri.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah bagian pesawat mengalami kerusakan, di antaranya mesin bagian kanan dan badan bagian bawah ekor pesawat yang diduga sempat menyentuh aspal landasan ketika berputar. Sementara proses evakuasi untuk mengeluarkan pesawat yang menancap di tanah masih dilakukan oleh pihak Lion Air yang bekerja sama dengan petugas Angkasa Pura II.
sumber : detiknews
0 comments:
Post a Comment